Pos

Menampilkan postingan dari 2017

Senyum

Teruntukmu yg paling ku sayangi
Kini diriku akan berusaha berubah tuk jadi yang kau banggakan dan terbaik.
Ku akan mengukir senyum manismu yang lama hilang
Akan kusampaikan pada semua ciptaan Tuhan
Bahwa ku sangat mencintai dan menyayangimu
Ku akan rela mengubah kehidupan ku yang tak teratur menjadi teratur
Kini ku mampu berubah saat ku memandang wajahmu dikala lelah
Kini ku bisa mengubah kebiasaan ku yang tadinya setiap hari minun capucino sekarang sdh tidak sebab ku tau sehat itu mahal
Kini ku jaga pola makanku sebab ku tau aku harus tetap sehat agar ku mampu terus melihatmu tersenyum tulus
Kini ku bangkit tuk mencari kerja sebab demi memenuhi kebutuhanmu karna ku ingin kau merasakan jerih payah ku mencari rejeki.
Kini ku mampu menjaga emosionalku sebab ketika emosiku membakar teringat senyum dan wajahmu yg teduh.Ya Allah bantu aku menjaga dia yang amat ku cintai dan ku sayangi
#ILOVEFAMILY#

Benci Jadi Cinta

Tumbuh besar di Amerika, Anda akan menemukan nilai-nilai kristiani yang tersembunyi dan secara turun temurun bertahan di lingkungan masyarakat. Namun agama tidaklah berpengaruh cukup besar dalam keseharian mereka. Sejak kecil, Nenek selalu mengajakku ke gereja di akhir pekan yang biasanya diisi dengan pelajaran Injil rutin dan begitu juga kemah musim panas. Seiring dengan bertambahnya usiaku, keterlibatanku di gereja pun semakin berkurang, waktuku kuhabiskan di sekolah, kegiatan olahraga, dan sebagainya. Aku selalu menonjol di bidang matematika dan sains selama masa sekolah, dan aku sangat tertarik dalam bidang tersebut. Semasa SMA kuputuskan untuk meninggalkan agama sepenuhnya dan kemudian menjadi seorang atheis, khususnya setelah berdiskusi tentang beberapa hal dengan salah seorang guruku, yang sangat teguh dengan keyakinan atheisnya. Walaupun masih duduk di bangku SMA, dan umur yang masih 17 tahun, aku masuk militer. Saat itu nyatanya keputusan yang aku ambil tidak b…

Romantisnya Ali dan Fatimah

Ada rahasia terdalam di hati Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.

Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn 'Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka'bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!

Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut c…